Motivation Letter
Halo, perkenalkan aku adalah mahasiswa baru Universitas Brawijaya. Aku sangat bersyukur karena dapat menjadi bagian dari keluarga Brawijaya tahun ini, Adhikara 58. Proses yang kulalui untuk berjuang hingga hari ini tidaklah mudah. Aku kerap bergelut dengan diriku sendiri untuk menentukan pilihan-pilihanku. Aku merasa aku sudah sampai di titik ini, seharusnya aku lebih banyak bersyukur. Sudah seharusnya aku mengapresiasi diriku sendiri yang selama ini telah berjuang dan membuat keputusan dalam hidupku.
Diri sendiri adalah orang pertama yang harus kita kenali sebelum kita mengenal orang lain. Kita harus mampu memahami diri sendiri, sebelum berusaha memahami orang lain. Seringkali aku menemukan keadaan dimana aku tidak bisa memahami diriku sendiri. ‘Mengapa aku melakukan ini? Mengapa aku suka ini?’ dan banyak pertanyaan lainnya mengenai diri sendiri.
Terkadang kita tidak mampu memahami diri sendiri karena terlalu banyak melihat orang lain. Ikut-ikutan dalam suatu hal dan tidak mengenal serta memahami diri sendiri. Padahal memahami diri sendiri juga dilakukan untuk kebaikan diri, untuk membangun hubungan yang lebih baik, juga untuk menciptakan hidup yang berarti dan memuaskan. Setiap individu mempunyai metode tersendiri dan berbeda dengan orang lain untuk menghadapi masalah yang ditemukan. Serta metode tersendiri tentang bagaimana menjalani hidupnya. Maka amat penting bagi kita semua untuk memahami perbedaan itu untuk meminimalisir tekanan hidup yang timbul karena kita tak bisa memahami diri sendiri.Terkadang aku juga menemukan keadaan dimana aku tidak menerima keadaan diriku sendiri. Oleh karena itu, aku sangat berusaha untuk menghilangkan perasaan itu. Apa yang telah kumiliki sekarang mungkin adalah keinginan banyak orang lain di luar sana.
Penampilan fisik orang lain, potensi dan bakat yang mereka miliki, serta pencapaian luar biasa yang mereka dapatkan seringkali membuatku merasa minder dan tidak terima dengan keadaan dengan diri sendiri. Namun akhir-akhir ini aku menjadikan semua itu sebagai motivasi agar dapat melangkah lebih maju dan membuktikan kepada semua orang bahwa aku bisa mencapai apa yang kuinginkan. Jangan terlalu banyak memikirkan apa yang dimiliki oleh orang lain. Berpikir positif mengenai diri sendiri juga membuatku mengatasi permasalahan ini. Banyak hambatan dan rintangan yang harus dihadapi sehingga terkadang membuaku terpuruk dan sulit untuk menerima diri sendiri. Namun, bukan berarti tidak mungkin untuk menerima diri sendiri ketika sedang terpuruk.
Yang terakhir adalah menyayangi diri sendiri. Setelah memahami dan menerima diri sendiri, tentunya kita harus menyayangi diri sendiri. Menyayangi diri sendiri sangat penting untuk dilakukan sebelum kita menyanyangi orang lain. Jika kita tidak bisa menyayangi diri sendiri, lantas siap yang akan menyayangi kita? Sikap menyayangi dan mencintai diri sendiri bukanlah hal yang egois. Justru dengan menyayangi diri sendiri akan membuat kita lebih menghargai dan bersyukur terhadap apa saja yang selama ini Tuhan berikan kepada kita.
Menyayangi dan mencintai diri sendiri membuat kita lebih menerima apa saja kekurangan dan kelebihan yang ditemukan dalam diri kita. Untuk melakukan sayang dan cinta kepada diri sendiri, aku melakukan apa saja yang aku suka. Aku melakukan hobi-hobi yang aku suka. Jangan terlalu mendengarkan pendapat orang lain mengenai apa yang mereka tidak suka di dalam diri kita. Selama hal itu tidak merugikan dan menyinggung hati orang lain, maka sah-sah saja apabila kita memiliki hal itu dalam diri kita.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memahami, menerima, dan menyanyangi diri sendiri. Dengan memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan rohani kita dapat lebih menghargai diri sendiri. Mengenang momen-momen indah yang telah terjadi selama ini juga dapat membantu. Kita juga ditugaskan untuk selalu menggali bakat dan potensi yang ada dalam diri. Bergaul dengan orang orang positif dan tidak toxic juga mampu menghindarkan diri kita dari omongan-omongan yang tidak mengenakkan hati.
Dengan memahami, menerima, dan menyayangi sendiri diharapkan kita mampu untuk menghargai segala pemberian Tuhan. Selain itu, dengan ketiga hal tersebut diharapkan kita dapat lebih bersyukur dan ikhlas dalam menerima kehidupan. Terakhir, aku juga berharap setelah melakukan ketiga hal tersebut, segala beban social yang didapatkan dari masyarakat dapat menghilang, sehingga kita dapat menjalani kehidupan di dunia dengan lebih baik.
Komentar
Posting Komentar